“Pada 2026, kami fokus pada peningkatan kualitas implementasi, mulai dari transparansi pengadaan barang dan jasa, optimalisasi aset, hingga penguatan peran APIP sebagai sistem peringatan dini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Korsup Wilayah I KPK RI Agung Yudha Wibowo menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Batam. Ia menilai Batam memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat internasional.

“Batam seharusnya bisa bersaing langsung dengan Singapura. Ini bukan hal yang mustahil, selama ada komitmen bersama untuk terus memperbaiki tata kelola,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa KPK melalui fungsi koordinasi dan supervisi terus mendorong upaya pencegahan dan penindakan korupsi di daerah, termasuk memberikan dukungan teknis kepada aparat penegak hukum.

“Kami hadir untuk memastikan proses berjalan optimal dan mencegah terjadinya hambatan dalam penanganan perkara,” tambahnya.

Rakor yang berlangsung lebih dari tiga jam tersebut diisi dengan diskusi interaktif antara KPK dan jajaran Pemko Batam, serta melibatkan instansi terkait seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan BP Batam.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan Batam semakin mampu memperkuat kepercayaan publik dan investor, sekaligus menjadi kawasan investasi yang berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun global./Red.