Berangkat dari aspirasi masyarakat Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan air bersih yang dikeluhkan warga.

Upaya ini dilakukan melalui penanganan darurat hingga perbaikan sistem distribusi agar layanan air dapat kembali stabil dan merata.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra bahkan menyempatkan diri turun langsung menemui warga untuk mendengarkan aspirasi sekaligus memastikan solusi berjalan tepat sasaran.

Amsakar menegaskan pemerintah tidak mengabaikan keluhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pemerataan layanan air bersih menjadi prioritas utama, khususnya di kawasan yang masih mengalami keterbatasan pasokan.

“Kami tidak membeda-bedakan pelayanan. Prinsipnya adalah pemerataan dan keadilan distribusi air bersih bagi seluruh masyarakat Batam,” ujar Amsakar, Jumat (23/01).

Ia mengakui masih terdapat sejumlah wilayah, termasuk Tanjung Sengkuang, yang masuk kategori kawasan dengan tekanan distribusi tinggi atau stress area. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius BP Batam dan ditangani melalui langkah jangka pendek hingga solusi berkelanjutan.