“Kami berusaha untuk bertahan dengan idealisme musik klasik yang menjadi dasar gaya musik lainnya. Kami semua diajak untuk mengingat kembali hakikat musik sebagai bahasa yang universal dan menjadi salah satu dari penanda peradaban suatu bangsa,” tutur Turino.
Turino menambahkan, sebagai hasil belajar dari para siswa, SMKN 2 Kasihan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan kecakapan bermusik yang dimiliki, SMK dapat diandalkan untuk melahirkan pemusik-pemusik harapan masa depan.
“Melalui konser ini, kami juga ingin menunjukkan bahwa bermusik bisa menjadi salah satu kecakapan hidup yang jika ditekuni bisa menjadi pilihan profesi atau karier di masa depan,” kata Turino.
Pemilihan tema Reminiscing Concert sendiri bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan SMKN 2 Kasihan sebagai sekolah musik selama 72 tahun sekaligus bersiap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sementara itu, siswa Kelas XI SMKN 2 Kasihan, Elvina, menyampaikan bahwa dengan adanya konser ini para siswa dapat belajar dan mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah didapatkan di sekolah.
“Kita bisa kolaborasi dengan profesional yang sebelumnya tidak kami rasakan di sekolah. Kami juga menjadi tertantang untuk benar-benar mendalami satu instrumen yang sudah kami pilih untuk nantinya kami bisa menjadi ahli di instrument tersebut,” ungkap Elvina.
Pertunjukan musik orkestra SMKN 2 Kasihan mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, salah satunya dari pengunjung yang hadir menyaksikannya. Diyah Pramesti, pengunjung yang berasal dari Yogyakarta ini menyampaikan bahwa pertunjukan yang dibawakan oleh siswa-siswi SMKN 2 Kasihan begitu menawan dan spektakuler. Dengan adanya pertunjukan tersebut membuktikan bahwa siswa SMK bisa menghasilkan karya yang dapat diadu dan diperhitungkan di dunia industri permusikan.
“Tidak menyangka kalau siswa-siswi SMK bisa menghasilkan karya sekeren ini. Sekelas siswa bisa profesional membawakan lagu demi lagu, anak SMK keren,” ucap Diyah.
Sumber: kemdikbud.com
(Red)

