Pelihara Hati yang Murni
Sahabat,
Seperti sebuah mata air, demikianlah hati kita.
Jika kita jaga dari Pencemaran dunia ini, akan memancarkan kehidupan.
Jika TIDAK, maka yang mengalir adalah kebinasaan.
Tuhan pun membantu kita, agar hati kita tetap murni, dengan segala proses yang Ia izinkan untuk boleh kita alami.
Termasuk ketika berbagai-bagai pengajaran menghampiri kita di akhir zaman ini, dan biasanya menjanjikan sesuatu yang enak kelihatannya dan sedap didengar, maka pastikan hati kita lah yg menjadi alarm akan semua itu
Jadi, nilailah segala sesuatu dengan mata hatimu, sehingga ketika sesuatu yang baik datang menghampirimu, belum tentu itu bagianmu karena Allah selalu memberikan yang terbaik buat anak – anaknya.
Dalam Amsal 16:2 dikatakan “Segala Jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji kita”.
Karakter yang Teruji : Berhati Hamba, Bermental Kerajaan
Sahabat,
John Luther berkata:
“Karakter yg baik itu lebih dipuji daripada talenta yang luar biasa. Kebanyakan talenta merupakan sebuah hadiah. Akan tetapi karakter yang baik tidak diberikan kepada kita. Kita harus membangunnya sedikit demi sedikit melalui pikiran, pilihan, keberanian dan tekad.”
Menabur pikiran menuai tindakan.
Menabur tindakan menuai kebiasaan.
Menabur kebiasaan menuai KARAKTER!
Menabur karakter menuai masa depan.
Apa yang kita tabur setiap hari menentukan tuaian seperti apa yg akan kita alami dimasa depan.
Taburlah karakter yang baik, maka masa depan yang baik, penuh pengharapan akan menjadi milik kita.
Lalu ketika hari ini kita masih Tuhan ijinkan untuk masuk di akhir pekan/weekend itu artinya, Ia ingin kita di waktu yang lega ini (saya katakan lega karena banyak orang yang melampiaskan rasa capek, boring dan lelahnya selama 1 minggu dengan berprogram having fun, yang bahkan ibadah pun tega ditinggalkan) untuk terus membangun karakter kita, masuk dalam doa dan puasa, chatting dengan Tuhan, bagi para pelayan mencari perkenanan Tuhan, hingga kita akan menjadi serupa seperti Dia. Bila minggu lalu masih ada yang menjadi kelemahan dan kekurangan kita, ini saatnya untuk kita terus membangun karakter kita untuk menjadi lebih baik dan berkenan kepada Tuhan.
Di dalam Galatia 6:7 dikatakan “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Penulis : Pdt. Iskandar Dachi

