Menurut penuturan Nely, sang suami biasanya mulai bekerja sejak pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 dini hari.
“Beliau tidak pernah ingin berhenti bekerja. Selama masih kuat, katanya ingin terus berusaha untuk keluarga,” kenangnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya karena kehilangan sosok suami dan ayah, tetapi juga karena hilangnya sandaran utama keluarga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Bantuan yang Menjadi Penguat di Tengah Duka
Nely mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan NasDem Kepri. Bantuan tersebut, menurutnya, sangat membantu di tengah kondisi keluarga yang masih beradaptasi dengan kehilangan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian ini. Bantuan ini bukan hanya soal nilai, tetapi menjadi penyemangat bagi kami bahwa masih banyak yang peduli,” ucapnya.
Menjaga Nilai Gotong Royong di Tengah Kehidupan Kota
Penyaluran bantuan ini menjadi pengingat bahwa di balik dinamika kota Batam, nilai kebersamaan dan gotong royong tetap hidup. Kepedulian sosial dinilai penting untuk memastikan masyarakat, khususnya kalangan pekerja harian, tidak merasa sendiri ketika menghadapi musibah.
NasDem Kepri berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi pesan bahwa perjuangan seorang pencari nafkah tidak dilupakan.
Di rumah sederhana itu, duka memang belum sepenuhnya reda. Namun, perhatian yang datang membawa harapan baru, bahwa di tengah kehilangan, masih ada tangan-tangan yang terulur, menjaga semangat untuk melanjutkan hidup./Red.

