Wali Kota juga memaparkan bahwa kawasan Tanjung Banun akan dikembangkan menjadi model pemukiman terintegrasi. Pemerintah berkomitmen untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari infrastruktur jalan, akses air bersih, listrik, hingga sarana pendidikan dan kesehatan.

“Pemukiman ini nantinya akan menjadi contoh kawasan dengan fasilitas lengkap, sehingga warga bisa hidup lebih nyaman. Mudah-mudahan kebijakan yang kami jalankan dapat memberikan manfaat langsung, dan apa yang telah ditetapkan negara dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Selaras dengan itu, Menteri Muhammad Iftitah menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Trastuntas, yakni pemberian kepastian hukum atas hak tanah kepada warga. Ia menjelaskan bahwa transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi juga bentuk nyata pembangunan kehidupan berbasis gotong royong.

“Kita ingin betul-betul pembangunan ini menghasilkan manfaat nyata. Saya mengapresiasi Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota yang siang malam mengkomunikasikan agar kawasan Tanjung Banun dapat dibangun menjadi wilayah yang maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Sebagai wujud komitmen, pemerintah akan membangun 200 unit rumah, melakukan pematangan lahan, menyediakan sarana air bersih, sekolah, 14 unit perahu, ruang terbuka hijau, rumah produksi pengolahan ikan, SPBU, serta mendukung penanaman tanaman pekarangan. Selain itu, akan dibangun Kampus Patriot, sebuah kampus lapangan dengan metode hybrid pendidikan jarak jauh untuk meningkatkan kualitas SDM.

Acara ini disambut antusias oleh warga yang merasa terbantu dengan program tersebut. Kehadiran pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Tanjung Banun sebagai kawasan transmigrasi modern yang mandiri dan berdaya saing./Red.