Selain itu, warga pun kecewa terhadap Developer, Camat, dan Lurah setempat karena kurangnya perhatian terhadap masalah yang terjadi. Warga berharap mereka turun ke lokasi memeriksa kendalanya.

“Kami juga memohon kepada Kepala BP Batam, Muhammad Rudi untuk cepat merespon keluhan warga ini,” harapnya.

Roby salah satu tokoh masyarakat mengatakan, pada Juni 2023 lalu, perwakilan warga telah melakukan pertemuan dengam pimpinan SPAM dan ABHI-ABH. Dari hasil pertemuan tersebut, SPAM Batam dan ABHI-ABH berjanji akan menyelesaikan persoalan air di daerah mereka.

“Dan sampai September 2023 pada kenyataanya sampai detik ini air belum mengalir sama sekali,” pungkas Roby dengan kesal.

Roby menyampaikan, jika aksi yang dilakukan warga merupakan tuntutan atas janji SPAM Batam / ABHI-ABH untuk mengalirkan kan air ke perumahan yang selama ini mati total.

“Warga ingin hidupkan air seperti biasanya, dan kami berikan waktu beberapa hari ini. Jika tidak, warga akan menggelar demo lebih besar lagi di Kantor BP Batam jika persoalan ini tak diselesaikan,” tutupnya.

(Red)