Kedua, Mahfud juga menjamin meski dirinya menjadi cawapres, ia tidak menggunakan fasilitasnya sebagai Menkopolhukam untuk kepentingan kampanye.

“Ini sudah 3 bulan saya lakukan. Saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara. Saya masih berakntor di Polhukam secara rutin. Semua surat masuk pasti selesai tidak sampai seminggu meskipun saya cawapres,” ia menjelaskan.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengatakan telah meminta kepada Pemda yang ia kenal untuk tidak menjemput atau melayaninya jika datang ke daerah-daerah.

“Saya tidak mau menggunakan jabatan saya untuk menggunakan fasilitas pemerintahan. Maksud saya agar ditiru oleh yang lain, kalau menjadi capres atau cawapres jangan mau dijemput pejabat Pemda. Jangan mau diantar atau didampingi. Hanya minta pengamanan saja pada Polri,” ia menjelaskan.

Sumber: CNBC Indonesia.com

(Red)