Tak berhenti di acara tahunan, Amsakar juga membocorkan rencana besar yakni membangun panggung seni budaya permanen di Kota Batam. Gedung Beringin disebut-sebut sedang dikaji sebagai pusat kebudayaan bagi berbagai komunitas seni dan budaya dari seluruh Indonesia yang menetap di Batam.
“Kalau kita bisa mengemas acara seperti ini dengan lebih kreatif, saya yakin akan menarik ribuan orang datang. Ini nilai tambah besar untuk Batam,” katanya.
Ia pun mengapresiasi kontribusi para seniman dan budayawan dalam menyukseskan gelaran KSM.
“Terima kasih atas pertunjukan luar biasa yang telah ditampilkan. Ini bentuk kecintaan terhadap budaya kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menyampaikan bahwa KSM tahun ini menjadi satu-satunya event di Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI. Kegiatan KSM tahunan ini berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (16-18/5/2025).
“KSM ini telah terselenggara tanpa jeda selama 26 tahun berturut-turut, termasuk saat masa pandemi. Walaupun saat pandemi COVID-19, kami tetap berkomitmen melaksanakan KSM dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Ardi Winata menjelaskan bahwa pelaksanaan KSM merupakan bagian dari upaya pelestarian 10 Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Batam. Di sisi lain, acara ini juga menjadi salah satu atraksi unggulan untuk menarik wisatawan ke Batam.
“Kegiatan ini sejalan dengan program Pak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Batam yang ingin menjadikan Batam sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition),” tambahnya.
Selain pertunjukan seni budaya, pengunjung juga akan disuguhi bazar yang menyajikan aneka kuliner khas daerah. Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam turut ambil bagian dalam menyajikan sajian tradisional khas Melayu yang menjadi daya tarik tersendiri selama acara berlangsung.
Sementara itu, Ketua LAM Kepri Kota Batam, Raja M Amin, mengajak semua generasi muda menanamkan kecintaan terhadap kesenian dan budaya Melayu melalui kegiatan KSM tersebut. “Kalau kegiatan kesenian dan kebudayaan tidak digelar, maka budaya asing akan mengisi kekosongan dalam benak generasi kita,” katanya.
Pihaknya juga mengapresiasi Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang peduli dengan kesenian dan budaya Melayu. “Terima kasih sudah peduli dengan Melayu, semoga terwujud Batam bandar dunia Madani,” ucapnya./Red.

