Di kesempatan yang sama, Bendahara IRPA sekaligus Direktur BSMR, Prof. DR. Ir. Gandung Troy Sulistiyantoro dalam sambutannya menekankan urgensi membangun ketahanan industri perbankan dan keuangan terhadap dua ancaman utama, yakni risiko iklim yang kian nyata serta serangan siber yang makin canggih.

“Perbankan tak bisa menunggu. Kita harus merancang ulang strategi manajemen risiko demi masa depan yang berkelanjutan dan aman,” ujar Prof. Gandung.

Selain itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan risiko iklim dan siber dalam kerangka pengawasan perbankan.

“Krisis iklim dan disrupsi digital adalah dua sisi mata uang yang harus diantisipasi secara holistik,” pungkasnya./Red.