Kalau hari ini kita merasa bahwa Tuhan tidak mendengarkan doa kita atau Tuhan seakan-akan meninggalkan, maka sesungguhnya, Tuhan tidak pernah melupakan janji-Nya dan rencana penebusan-Nya atas umat kesayangan-Nya.
Saat Tuhan seakan-akan tidak mendengar doamu, bukan berarti Tuhan absen, tetapi Dia tetap bekerja dan Dia tetap berdaulat. Percayalah waktu-Nya pasti tepat, tidak terlambat, dan tidak terlalu cepat.
Natal adalah Pemberian yang Paling Berharga
Sebagaimana dikatakan dalam Galatia 4:4b ‘maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat’.
Kata ‘mengutus’ di sini berasal dari kata Exapostello, yang artinya untuk mengirim seseorang pergi untuk suatu tujuan. Jadi Allah mengutus diriNya sendiri yaitu pribadi kedua dari Allah Tritunggal untuk turun ke dunia menjadi manusia dan taat mati di kayu salib. Allah yang mencari manusia dan bukan sebaliknya (kita tidak bergerak ke arah Tuhan, tetapi Tuhan ke arah kita).
Keunikan juruselamat berbeda dengan yang lain, istimewa dipersiapkan Allah secara spesial. Menunjukkan ketidakberdosaan-Nya Anak Allah tanpa cacat, murni, tanpa dosa sebagai korban pendamaian dan penebus dosa, hanya yang sempurna diterima Allah. Menunjukkan kuasa dan kedaulatan Allah atas semesta dan melampaui hukum alam.
Natal adalah Penebusan yang Kekal dan Anugrah Keselamatan
Galatia 4:5 disebutkan bahwa Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
Untuk menebus dari hukum Taurat dan mengadopsi menjadi anak – anak Allah yang bebas dari belenggu dan hukuman dosa.
Anak berarti status, maka hak mengikuti (legacy), semua janji Allah itu hak kita, ahli waris, disertai, dipimpin, dan hidup dalam kemengangan.
Selamat Natal, Natal mengingatkan kita untuk meneladani jejak hidup Tuhan Yesus bukan hanya di Betlehem saja, tetapi harus mengikuti Dia sampai di Golgota.
Sumber : Pdt. Rindra PK
Editor : Red.

