Kesimpulan Penelitian
1. Akses media tontonan masyarakat dominan melalui jaringan teknologi informatika (JTI) sebesar 89%, Televisi 8% dan Bioskop 1%.
2. Terjadinya perubahan Perilaku Masyarakat dalam mengakses media untuk hiburan di 4 Kota Besar (DKI Jakarta, Medan, Surabaya, Makasar): 79% Masyarakat mengakses media sosial.
3. Film yang disenangi untuk di tonton yakni Film Nasional sebesar 45%, Film Asing 52% dan tidak tahu 1%. Genre film yang disenangi oleh penonton yakni film horor sebesar 34%, komedi 28%, drama 24,73%, musikal 3% dan genre lainnya 7%.
4. Sebagai penonton sebesar, 72% menyatakan mengetahui tentang penggolongan usia penonton, namun masih terdapat sebesar 25% yang tidak mengetahui tentang penggolongan usia penonton.
5. Sebesar 61% penonton menyatakan perlu adanya perubahan tentang klasifikasi usia penonton di indonesia saat ini. Khususnya pada klasifikasi usia SU dan 17+.
6. Sebesar 41% penonton menyatakan setuju adegan LGBT membuat tidak nyaman sehingga perlu LGBT menjadi bagian dan kriteria penyensoran film.
7. Kampanye Budaya Sensor Mandiri secara efektif dapat membudayakan masyarakat dalam memilah dan memilih tontonan sesuai dengan usianya.
8. Sebagian penonton sebesar 53% menyatakan pernah menonton film yang tidak sesuai klasifikasi usianya namun terdapat 48% penonton menyatakan menonton sesuai usianya.
9. Bentuk pengawasan terhadap tontonan sebesar 40% menyatakan dengan membatasi waktu, 11% melakukan pengecekan langsung, 10% melakukan pembatasan akses dan sebesar 38% menyatakan tidak tahu.
Sumber: kemdikbud
(Red)

