TERBAIKNEWS.com | Arief Rachman Bangun angkat bicara terkait surat pengunduran diri Amsakar Achmad di Partai NasDem.
Diketahui, surat pengunduran Amsakar Achmad sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Batam maupun sebagai Anggota Partai NasDem yang sekaligus Wakil Walikota Batam yang dilayangkan pada 15 April 2024 itu dibenarkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem dan sedang mempersiapkan figur pengganti.
Pendukung Amsakar, Arief Rachman Bangun alias ARB mengatakan, kita ketahui bahwa Partai NasDem di tingkat Provinsi Kepri tampaknya dikuasai oleh pemimpin yang bernafsu memaksakan istrinya untuk menggantikan posisi Wali Kota Batam.
“Dukungan masyarakat terhadap Amsakar yang semakin membesar, kelihatannya akan diganjal oleh kepentingan sempit, sehingga dia (Amsakar) terbentur dengan kekuasaan di internal dan eksternal. Itulah yang kita baca dari surat pengunduran diri Amsakar, yang menyebut lebih baik mengorbankan yang kecil, yaitu dirinya, daripada mengganggu yang besar, yakni partai yang dikuasai oleh kekuasan yang lebih besar,” ucap ARB saat tim media ini dimintai keterangannya pada Rabu (08/05) pagi hari.
Arief, sapaan akrabnya, menilai langkah pengunduran diri Amsakar lebih pada sikap legowo dan mengalah, menghindari benturan terhadap pasangannya yang selama ini telah mengabaikan dirinya, walapun ia (Amsakar) telah berhasil di Partai besutan Surya Paloh itu terhadap Pemilu pada bulan Februari lalu 2024 dengan meraih kursi terbanyak di DPRD Kota Batam.
”Kita semua ketahui bahwa Amsakar sebagai Wakil Walikota Batam sudah dipreteli hak-hak protokolnya, begitu juga di internal, sudah pasti terjadi hal yang sama. Sekarang, kami sebagai warga yang mendukung Amsakar, tetap berharap ada partai yang akan mengusung beliau (Amsakar),” ucap Arif, pegiat media sosial sekaligus anggota masyarakat pendukung Amsakar Achmad.
Padahal, kata Arief, bagaimana pun bentuk kemajuan yang diperoleh pemerintah Kota Batam, tidak terlepas dari peran Amsakar sebagai Wakil WaliKota Batam.
”Klaim sepihak bahwa hanya Walikota Batam yang membangun kota ini, adalah bohong besar. Tidak ada kemajuan tanpa dukungan tim, terutama Amsakar sebagai Wakil Wali Kota. Rakyat tahu apa yang benar, yakni Amsakar merupakan figur pemimpin yang lebih suka mengalah, meskipun dia memiliki hak untuk dipertahankan,” papar Arief mengakhiri.
Di sisi lain, Direktur Perwakilan Public Trust Institute (PuTin) Kepri, Robby Patria, menyebut pengunduran diri Amsakar Achmad dari posisi Ketua DPD NasDem Kota Batam membuka peluang partai itu mengusung istri Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yakni Marlin Agustina sebagai Calon Wali Kota Batam. Justru, lanjut Robby, NasDem berpotensi untuk mengusung Marlin Agustina sebagai Calon Wali Kota Batam ke depan.
”Mundurnya Amsakar membuka peluang Nasdem untuk mengusung Marlin Agustina pada Pilwako nanti. Apalagi Marlin adalah istri dari Ketua DPW Partai Nasdem Kepri, H Muhammad Rudi. Tentu kondisi ini pula yang menjadi pertimbangan besar bagi Surya Paloh,” ujar Robby merespons beredarnya surat pengunduran diri Amsakar Achmad tertanggal 15 April 2024 lalu, sebagaimana dikutip oleh satu media cetak di Batam, pada Selasa (07/05).
Editor : Redaksi
Sumber : Nusaviral

