Menurutnya, HJB ditetapkan pada 18 Desember 1829 karena di tanggal itulah Raja Isa mendapat surat kuasa dari Yang Dipertuan Muda dan Sultan Riau Lingga untuk memimpin Nongsa beserta wilayah takluknya.
“Ada banyak opsi saat itu. Bisa menggunakan tonggak awal berdirinya BP Batam atau masa Pemerintah Kota Madya Administratif Batam. Namun akhirnya kita memilih 18 Desember 1829 sebagai titik pijak lahirnya Kota Batam,” jelasnya.
Amsakar menutup sambutan dengan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terus terbangun untuk kemajuan Batam.
“Saya tidak pernah berhenti menyampaikan kondisi Batam kepada dunia melalui beragam event nasional. Saya ingin wisatawan dan investor mengetahui perkembangan Batam saat ini sehingga mereka datang berbondong-bondong untuk berinvestasi di kota yang kita cintai ini,” ujarnya./Red.

