Sahabat,
Perkara yang di atas menunjuk kepada hal-hal yang Illahi, yang sifatnya memuliakan Tuhan. Hal-hal yang berkenan kepada Allah, hal-hal yang membawa berkat bagi banyak orang & hal-hal yang tidak merugikan orang lain. Itu adalah maksud dari fokus pada perkara-perkara di atas.

Kebiasaan hidup seperti inilah yang selalu menonjol dari mereka yang telah mennjadi saksi Kristus. Manusia yang mau memikirkan perkara di atas adalah manusia yang mampu menyangkal diri.

Mengatakan ‘tidak’ terhadap kemanjaan, kenyaman dan keinginan diri sendiri yang dapat menjadi penghalang terhadap penerapan perkara yang di atas:
– Menanggalkan Egoisme di segala aspek kehidupan;
– Memikirkan segala sesuatu yang berguna bagi pekerjaan Tuhan dan menanggalkan keinginan duniawai.

Mari terjemahkan dan implementasikan dengan salah satu cara yaitu ‘Penginjilan’.
Dalam situasi kita ada diakhir pekan langkah yang bisa kita ambil adalah :

– Berdoa untuk ibadah-ibadah kita, baik Youth maupun ibadah Raya tempat kita berhemat
– Berdoa untuk orang-orang yang kita rindukan mau datang beribadah.
– Membagikan Flyer Ibadah lewat sosial media yang kita miliki
– Mengajak keluarga dan teman dekat untuk antusias beribadah

Dan itu semua bermanfaat untuk kita dan orang lain, serta kita tidak menyia-nyiakan waktu yg ada dengan melakukan kegiatan yang bersifat wasting time

Dalam Kolose 3:2 dikatakan bahwa “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

Penulis : Pdt. Iskandar Dachi
Editor : Red