TERBAIKNEWS.com | Hukum di kehidupan terdiri dari Hukum Tuhan dan Hukum yang diciptakan manusia. Kamis (18/1/24).

Berikut ini adalah penjelasan tentang Hukum Tuhan:

Hukum Tuhan merupakan hukum kehidupan dan hukum yang harus memberkati orang. Perlu diketahui bahwasanya Hukum Tuhan menentukan suatu sikap atau perilaku yang mengarah pada kedamaian, ketertiban, keamanan, rasa hormat, kesopanan, dan kemakmuran.

Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa sumber menurut Ayat dalam Alkitab, antara lain sebagai berikut:
Ulangan 4:5-7 mengatakan bahwa mereka yang mentaati hukum dan ketetapan Allah, yang memelihara ketetapan-Nya dengan setia, akan menjadi orang yang bijaksana dan berakal. Jadi hukum Allah bukanlah beban, seperti yang dikatakan beberapa orang, tetapi sebuah berkat. Hukum Tuhan adalah berkat! Hukum Tuhan adalah hukum kehidupan.

Pembahasan
Taurat terdiri dari segala sesuatu yang ditemukan dalam Kitab Suci dalam bentuk perintah dan larangan. Melalui Musa, Allah memberikan hukum kepada umat-Nya Israel. Sepuluh Hukum atau Sepuluh Perintah Tuhan merangkum hukum-hukum Tuhan, tetapi ada ratusan sila atau perintah yang mengatur kehidupan moral, spiritual, agama dan sosial umat Tuhan (Israel) Anda harus ingat itu Hukum Kristus disempurnakan untuk keselamatan dan kehidupan rohani kita hari ini.

Kewajiban moral dan kode moral ini berlaku untuk semua waktu, termasuk kita. Ada tiga kegunaan hukum. Pertama, menata, memelihara, mempertahankan dan memelihara ketertiban atau ketertiban sosial/masyarakat. Kedua, sebagai guru, memimpin orang berdosa kepada Tuhan. Ketiga, hukum adalah tatanan moral kehidupan Kristen kita. Hukum Allah adalah kode moral dan estetika dan kode etik Kristen. Yehezkiel 36:27: “Roh-Ku akan diam di dalam kamu, dan kamu akan hidup menurut segala peraturan-Ku dan membuat kamu menuruti peraturan-Ku.

Mazmur 1 mengatakan, berbahagialah mereka yang tidak berjalan dalam dewan orang fasik, tetapi bersukacita dalam hukum Allah, dan merenungkannya siang dan malam. Rasul Paulus menyatakan, “Sebab dalam hatiku aku mengasihi hukum Allah” (Roma 7:22). Rasul Paulus merangkum kewajiban moral kita, hukum Taurat, dengan kata kasih. Kasih adalah penyempurnaan dan pemenuhan hukum (Roma 13:8-10). Kita membutuhkan hukum Tuhan agar kita dapat memahami kehendak Tuhan, memahami cara berpikir Tuhan, mengenali dosa dan kelemahan kita, berjalan, berpikir, dan bertindak benar, serta menerima berkat. Memberkati Tuhan, keluarga kami dan masyarakat tempat kami tinggal.

(Red)