“Rakerwil ini harus menjadi momentum untuk merumuskan program kerja yang konkret dan dapat dilaksanakan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar perencanaan program disusun secara realistis dan dapat diimplementasikan. Program yang baik, menurutnya, bukan hanya terlihat ideal dalam konsep, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Jangan menyusun program yang terlalu tinggi hingga sulit diwujudkan. Perencanaan harus realistis dan memberi dampak nyata,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amsakar mengajak tokoh agama dan jemaat berperan sebagai penyejuk dalam kehidupan sosial. Ia menekankan pendekatan yang persuasif dan penuh kasih dalam menjaga kerukunan.
“Kita yang bergerak di ranah spiritual harus menghadirkan kesejukan dalam artian mengajak, bukan mengejek. Dengan begitu, Batam akan terus menjadi kota yang harmonis dan damai,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau Sahat Sihombing, anggota DPRD Kota Batam Ruslan Sinaga, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam Rudi Panjaitan, Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kota Batam Ester, Ketua Umum PGLII Pusat Tommy Lengkong, Ketua PGLII Kepulauan Riau Jusni Situmorang, serta jemaat yang mengikuti Rakerwil.
Melalui momentum Rakerwil tersebut, Pemerintah Kota Batam berharap sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan semakin kuat dalam menjaga persatuan serta memperkokoh nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat./Red.

