“Volume sampah harian mencapai sekitar 1.300 ton, sementara sebagian armada pengangkut sudah tidak layak. Pemerintah telah mengalokasikan dana belanja tidak terduga (BTT) untuk percepatan penanganan, termasuk penambahan armada,” tegasnya.

Terkait 18 stress area atau wilayah krisis air bersih, Amsakar menyebut Pemko Batam bersama BP Batam terus mendorong pihak pengelola air untuk menyelesaikan persoalan dari hulu hingga hilir.

“Saya memahami tingginya keluhan masyarakat terkait air bersih karena ini kebutuhan dasar. Saya sudah menginstruksikan tim untuk terus mengawal di BP Batam agar 18 titik tersebut segera dituntaskan,” tambahnya.

Di sisi lain, Amsakar juga memaparkan data makro yang menunjukkan kinerja positif Kota Batam. Pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, meningkat dibandingkan capaian sebelumnya sebesar 6,6 persen.

“Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target. Yang paling membanggakan, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Ini menunjukkan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Batam berada di jalur yang tepat,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat Kecamatan Lubukbaja untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan Batam sebagai Bandar Madani yang inovatif dan berkelanjutan./Red.