“Dua kata ini bukan sekadar tema, tetapi arah gerak pembangunan dan peradaban Kota Batam ke depan. Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, Batam harus mengambil peran terdepan,” tegasnya.

Ia menambahkan, posisi geografis Batam merupakan anugerah strategis yang harus diimbangi dengan kebijakan pembangunan yang selaras dengan kebijakan nasional. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia agar Indonesia menjadi bangsa yang unggul, berdaya saing, mampu menguasai teknologi, serta berdiri di atas kaki sendiri.

Arahan tersebut dinilai relevan bagi Batam yang memiliki tanggung jawab besar sebagai salah satu motor penggerak kemandirian ekonomi nasional. Dengan kedekatan geografis terhadap pusat-pusat ekonomi global serta ekosistem industri yang kuat, Batam memiliki karakteristik yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kita memadukan kecepatan pertumbuhan kota modern dengan akar budaya Melayu yang tetap dijunjung tinggi. Adat tetap terpelihara, budaya tetap hidup,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Jadi Batam sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan komitmen membangun kota.

“Kota yang maju adalah kota yang warganya bergerak bersama,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Jadi Batam ke-196 turut dimeriahkan dengan atraksi Batam Solidarity for Sumatera Air Show yang melintas di atas langit Dataran Engku Putri.

Atraksi udara tersebut menjadi simbol solidaritas dan sinergi antara Pemerintah Kota Batam dan TNI Angkatan Udara, sekaligus pesan kebersamaan dan kepedulian Batam terhadap sesama./Red.