Ia menilai, kepemimpinan dan organisasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Organisasi, kata dia, hanya dapat berjalan efektif jika dipimpin oleh sosok yang memiliki komitmen, tanggung jawab, serta kemampuan manajerial yang baik.

Amsakar juga berharap BKPRMI ke depan menjadi organisasi yang tidak hanya besar secara jumlah anggota, tetapi juga unggul dalam kualitas kader dan kontribusinya bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda remaja masjid agar memiliki kemandirian ekonomi.

“Kader BKPRMI merupakan generasi penerus yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan, baik di lingkungan masjid, masyarakat, maupun pemerintahan. Karena itu, pembekalan kepemimpinan harus dibarengi dengan kemampuan mengelola potensi ekonomi umat,” tegas Amsakar.

Kepada para peserta, Amsakar berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu meningkatkan kapasitas diri serta melahirkan pemimpin muda yang berakhlak, kompeten, dan berdaya saing./Red.