Amsakar juga menegaskan penolakannya terhadap politik identitas yang bisa memecah masyarakat berdasarkan suku, agama, atau latar belakang lainnya. Ia menyatakan bahwa keberagaman di Batam adalah kekuatan yang harus dijaga, bukan digunakan untuk kepentingan politik.
“Saya yakin, dengan saling menghargai, kita bisa membangun Batam yang lebih baik. Politik identitas hanya akan mengganggu proses ini,” tegasnya.
Amsakar dan pasangannya, Li Claudia Chandra (ASLI), fokus pada solusi konkret dalam kampanyenya, seperti peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat Batam.
Pendekatan positif Amsakar mendapat sambutan hangat dari masyarakat Sagulung. Sikapnya yang fokus pada substansi, bukan isu sensitif atau pribadi, diapresiasi luas. Pendekatan santun dan inklusif ini diharapkan dapat menciptakan suasana politik yang damai di Batam.
“Kami ingin masyarakat melihat ini sebagai momentum untuk mendapatkan pemimpin yang dapat menyatukan dan mendamaikan, tanpa memberi ruang bagi perpecahan. Mari kita fokus pada masa depan Batam yang lebih maju,” tutup Amsakar./Red.

