“Alat dan pengerjaannya dari kami. Ini bentuk komitmen kami agar kawasan ini lebih tertata dan tidak lagi menjadi langganan banjir. Kalau dulu viral karena banjir, ke depan harus viral karena keindahannya,” tambah Amsakar.
Li Claudia juga menyampaikan kepada Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, untuk dapat segera menyusun desain taman dan struktur penahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Pembangunan akan dilakukan secara efisien, dengan mengedepankan kualitas dan estetika.
“Tolong siapkan batu miring sebagai pembatas DAS. Desainnya harus segera digarap, prinsipnya kita mau biaya tidak besar tapi hasilnya tetap bagus dan awet sehingga bisa dirasakan sampai anak cucu kita,” pinta Li Claudia.
Ia berharap pembangunan taman ini tidak hanya bersifat jangka pendek. Li Claudia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam merealisasikan taman kota ini.
“Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja. Harus ada kerja sama antara Pemko, BP Batam, dan pemilik kawasan. Kalau bersinergi, hasilnya pasti lebih maksimal,” katanya./Red.

