Lebih lanjut, Amsakar menekankan bahwa MTQH memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan generasi muda. Ia berharap ajang ini tidak berhenti pada capaian prestasi semata, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap MTQH ini menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan, melahirkan generasi yang tidak hanya mahir melantunkan ayat suci, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Amsakar mengingatkan agar MTQH tidak dimaknai sebatas agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum berkelanjutan untuk memperkuat hubungan umat dengan kitab sucinya.
“Jangan jadikan MTQH sekadar seremonial. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk terus mendalami makna dan nilai luhur yang terkandung dalam Al-Qur’an,” pesannya.
Dengan berakhirnya MTQH XXXIV Tingkat Kecamatan Batam Kota Tahun 2026 ini, diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang tidak hanya berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, tetapi juga menjadi generasi Qurani yang berkontribusi bagi pembangunan Kota Batam./Red.

