Yang juga menarik, yakni diskusi tentang penanganan pencari suaka yang ada di Batam. Seperti diketahui, beberapa tahun belakangan terdapat warga negara asing pencari suaka ada di Batam.
Amsakar menyebutkan, pihaknya berharap imigrasi Batammenjadi ‘penyambung lidah’ untuk menyampaikan ini ke kementerian teknis di pusat. Karena, ranah kewenangan hubungan warga negara asing bukan pada pemerintah daerah namun pemerintah pusat. “Alhamdulillah kami dapatkan informasi, bahkan sebelum saya sampaikan itu rupanya sudah dibicarakan dengan baik dan sudah mulai ada atensi dari pemerintah pusat,” imbuhnya.
Lanjut dia, pertemuan ini bahkan membincangkan bagaimana agar pelayanan terhadap kepariwisataan dapat ditingkatkan.
“Kita bersyukur Batam menjadi tiga besar kunjungan wisatawan mancanegara se Indonesia. Kita jaga bersama soal ini, karena pariwisata ini memberikan multiplier effect (efek ganda) ekonomi,” paparnya.
Namun yang paling penting, kata dia, pertemuan ini diharapkan menjadi medium memperteguh sinergitas antar stakeholder, termasuk dengan instansi vertikal yang ada di Kota Batam.
“Selain yang saya paparkan tadi, yang paling penting semoga ini menjadi pembuka membangun sinergitas. Ini sebenarnya substansi dari kunjungan kami ini ” pungkasnya./Red.

