Sebagai seorang ayah dan kepala keluarga dirinya telah membuktikan dengan sangat menjaga anak-anaknya untuk tidak memanfaatkan jabatan yang dia emban. Selama 26 tahun hun berkarir di birokrasi pemerintahan ini, Amsakar dikenal sebagai sosok yang humble dan sederhana dan begitu dekat dengan masyarakat.
Amsakar hari ini maju menapak satu tingkat menjadi Wali Kota bukan karena mengejar materi untuk urusan dapur rumah tangga. Ia telah selesai dengan itu semua. Cita-cita besarnya hanya untuk menjaga rumah besar yang telah ia tempati berpuluh tahun ini, dan memberikan dampak yang lebih baik ke Kota Batam apabila nantinya ia mendapatkan mandat dari masyarakat. Mimpinya, Kota Batam akan menjadi kota impian dan mampu sejajar dengan negara Jiran.
15 Tahun terakhir ini seharusnya Kota Batam sudah dapat berdiri sejajar dengan Kota Johor Baru. Nilai investasi pun seharusnya telah banyak masuk ke kota ini, sehingga yidak ada lagi pemuda yang tak memiliki pekerjaan, tak ada lagi anak yang memiliki semangat Sekolah tetapi sulit mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Kalau kita berkaca, anggaran APBD Kota Batam dan anggaran dari BP Batam yang begitu besar, harusnya menjadikan rakyat Batam sejahtera. Balakangan ini, kita memang melihat jalan-jalan utama di Kota Batam sudah lebar namun hal ini tidak sejalan dengan drainase yang baik. Lihatlah ketika hujan turun Genangan dan banjir menutupi ruas jalan. Itu hanya sebagian contoh dari apa yang terjadi di Kota Batam pada hari ini.
Sebuah idiom pernah berkata, ”Karma memiliki caranya sendiri untuk menyeimbangkan segala hal di semesta”. Allah SWT , Tuhan yang Maha Kuasa tidak pernah tidur, Dia sangat tau hambanya yang berbuat baik atau jahat. Amsakar Achmadd yang dikunci kariernya, dizholimi dalam proses pencalonannya, namun justru masyarakat yang menilai itu semua. Dukungan dari arus bawah yang selama ini terbungkam pelan namun pasti menjadi arus besar perubahan. Pelan namun pasti menjadi gelombang besar yang akan merobohkan angkuhnya Kekuasaan di Kota Batam. Harapan baru akan Kota Batam yang lebih baik segera terbit. Cita-cita menjadikan Kota Batam sebagai rumah kita bersama kian menjadi nyata.
Penghujung, kepada siapa nantinya Amsakar Achmad akan bersanding di Pilkada 27 November 2024 nanti, tentunya menjadi ranah Amsakar dan juga para pimpinan partai di pusat. Kita percaya, keputusan yang nantinya diambil soal calon pendamping adalah yang terbaik demi kemajuan Batam.
Satu hal yang mesti kita percayai, sosok Amsakar yang seorang teknokrat, jujur, merakyat, dan mau mendengar suara masyarakat sangat layak disandingkan oleh sosok pekerja keras, tegas, bernyali dan memiliki visi pembangunan ekonomi. Sehingga Kota Batam nanti kedepannya akan mampu menjadi Bandar Madani yang Ramah Investasi yang seiring dengan semakin bertumbuhnya rasa kepedulian dan kepekaan terhadap masyarakat kelas bawah./Red.
Mari kita sambut pemimpin kota Batam yang lebih dapat memanusiakan manusia di Pilkada 2024 Nanti!
Amsakar-Li Claudia,
Untuk Batam Lebih Dahsyat!

