Sahabat,
Adalah sesuatu hal yang naif dan mengenaskan, bila kita sebagai Gereja tidak mempunyai kerinduan untuk menyatakan Kasih Allah yang begitu besar kepada dunia sekeliling kita, apalagi sampai kita sendiripun enggan menerima kasih Yesus lewat bersekutu dengan-Nya, lewat saat teduh, mezbah keluarga, ibadah raya dst!
Apalagi sekarang Gereja seluruh dunia sedang merayakan Natal, dan ini adalah momentum spesial bagi gereja untuk mengekspresikan kasih Yesus lewat pemberian kasih yang bisa dilakukan bagi dunia sekitar.
Bisa bayangkan ? dunia akan terkhamiri aura surgawi dan dunia pun tahu pada prinsipnya kasih itu adalah memberi bahkan lebih lugas lagi kasih itu mau berkorban tanpa pamrih
Itu akan membuat dunia tahu dan bergumam O…… itu toh sebabnya gereja merayakan Natal karena mereka telah menerima kasih (pemberian, pengorbanan) dari Yesus Tuhan mereka.
Maka dari itu setidaknya ya, setidaknya di bulan Natal ini marilah kita berusaha untuk tidak pelit dan mau berbagi. Jangan hanya memikirkan baju baru ku, sepatu baruku , tas baru ku, kue natal ku dst
Tapi, cobalah berikhtiar untuk punya hati yang mau berbagi dengan suka cita sambil mengingat Firman Tuhan sebagaimana dikatakan dalam Kisah Para Rasul 20:35.
“Kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”.
Jadikan momen Natal mu spesial dan berbeda, dan ijinkan Roh Kudus sebagai pribadi yang menuntun kita untuk berbagi kepada yang layak untuk menerimanya
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Allah Itu Kasih
Nama-Mu s’lalu ku sebutkan
Di dalam doaku
Dengan penuh penyembahan
KasihMu senantiasa ku kenang
Dalam pujianku dengan kerinduanKu rindu semua pun merasakan
Kasih yang kurasakan
DariMu Yesus Tuhan
Ku rindu semua yang Kau lakukan
Membuat dunia mengerti
Kau menunjukkan Allah itu kasih.
Sumber : Pdt. Iskandar Dachi
Editor : Red

