Selain Lucas Tousart, Union Berlin juga membajak kiper utama Hertha Berlin, yaitu Alexander Schwolow. Kiper berusia 31 tahun itu direkrut secara gratis usai kontraknya habis pada Juni 2023 lalu. Kehadiran Schwolow sangat menguntungkan Union Berlin sebab dirinya kaya akan pengalaman.

Schwolow sudah malang-melintang di Bundesliga. Ia pernah membela sejumlah klub, salah satunya Schalke 04. Kini, pada 2023/2024, eksistensi Schwolow di Bundesliga tetap terjaga karena merapat ke Union Berlin. Praktis ia pun menambah kedalaman skuad di sektor kiper Die Eisernen.

Meski memiliki segudang pengalaman, Schwolow tak ditunjuk sebagai kiper utama. Ia hanya dijadikan pelapis dari Frederik Ronnow yang nyaris tak tergantikan. Memasuki pertengahan 2023/2024, Schwolow bahkan belum diturunkan sama sekali di laga resmi Union Berlin.

3. Brenden Aaronson belum tampil maksimal di lini serang

Brenden Aaronson tak bertahan lama di Leeds United. Usai semusim di sana, ia memutuskan untuk pindah. Kegagalan The Whites untuk tetap bertahan di English Premier League menjadi alasan utama dirinya pergi. Padahal, Aaronson merupakan rekrutan termahal yang pernah dibeli sepanjang sejarah klub.

Ia memutuskan untuk hengkang ke Union Berlin. Bersama klub Bundesliga itu, Aaronson hanya dipinjam selama semusim penuh.

Kedatangannya ditujukan untuk menambah warna baru di lini depan Die Eisernen. Terlebih lagi, Aaronson juga tergolong sebagai pemain muda potensial. Pemain berpaspor Amerika Serikat itu langsung menjadi andalan utama Union Berlin.

Ia sangat tampil reguler di sisi sayap penyerangan. Secara keseluruhan, Aaronson sudah diturunkan dalam 15 pertandingan di semua kompetisi. Sayangnya, kontribusinya belum maksimal karena sejauh ini masih nihil gol dan assist.

Ketiga pemain anyar di atas sempat menelan pil pahit degradasi bersama klub lamanya. Hal tersebut berpotensi kembali terulang di Union Berlin. Apabila tak mampu bangkit, mereka bakal merasakan degradasi dalam 2 musim berturut-turut.

Sumber: idntimes.com

(Red)