Jika terjadi perbedaan pandangan atau bahkan konflik antara pemerintah dan media, biasanya hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman kedua pihak atas hak dan kewajibannya masing-masing. Akibatnya, baik pemerintah maupun media sering kali mempertahankan egonya, sehingga terjadilah gesekan yang tidak produktif.
Kemudian, Bupati Nunukan itu menutup sambutannya dengan dua buah pantun ini:
Luasnya tanah harus diukur,
Kalau salah bisa babak belur,
Wartawan dan pemerintah harus akur,
Jangan sampai tidak saling tegur.Ada wartawan sedang liputan,
Meliput proyek pembangunan jembatan,
Meskipun pemerintah dan media adalah teman,
Namun kualitas liputan jangan sampai diabaikan.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Prokopim Setkab Nunukan, Joned S.Hut M.AP mengatakan, program UKW bagi para wartawan Nunukan ini digelar bersamaan dengan Workshop Government Media Relation, yang diikuti oleh utusan bidang kehumasan instansi-instansi pemerintah maupun vertikal.
“UKW bagi jurnalis Nunukan, UKW ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjalin kemitraan dengan pelaku media,” tegas Joned.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan. Sedangkan workshop tujuannya adalah untuk membangun hubungan dan interaksi pemerintah daerah media massa, sehingga diharapkan terjadi ekosistem yang baik dan semakin profesional dalam hubungan antara pemerintah daerah dan pers.
Direktur LU-UKW UPNV Yogyakarta DR. Susilastuti DN menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Nunukan yang memiliki perhatian dan komitmen yang kuat untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi dan wawasan wartawan di perbatasan ini. Sebab, wartawan adalah mitra strategis pemerintah untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.
“Apalagi, bagi para wartawan yang bertugas di wilayah perbatasan, wawasan dan kompetensi menjadi sangatlah penting. Karena dengan begitu, para wartawan perbatasan ini dapat membaca berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan untuk dapat segera dituangkan dalam karya jurnalistik mereka,” papar Susilastuti yang juga Ahli Pers Dewan Pers itu.
Selain itu, Dewan Redaksi J5NEWSROOM.COM itu juga mengapresiasi semangat para wartawan perbatasan dalam mengikuti seluruh proses kegiatan UKW. Mulai dari Pra-UKW yang digelar di Kantor Pemkab Nunukan pada hari Selasa, 5 November 2024, sampai dengan kegiatan UKW selama dua hari.
“Wartawan Nunukan luar biasa, semangat mereka untuk menyerap ilmu dan materi pemaparan UKW tidak menurun dari mulai pembukaan sampai akhir. Semoga, ini menjadi bekal yang baik bagi kemajuan pers di Kabupaten Nunukan ke depan,” harap dosen UPN Veteran Yogyakarta itu mengakhiri.

