Malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-33 tingkat Kota Batam berlangsung semarak di pelataran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, Jumat (25/4/2025).
Ramainya warga tampak antusias memadati lokasi acara, menandai tingginya antusiasme masyarakat terhadap gelaran tahunan bernuansa religius tersebut.
Kehadiran Alfin Habib, artis religi ibu kota, membuka rangkaian acara dengan lantunan syair Islami yang menggugah hati. Penampilannya menjadi pembuka yang memikat dan menghidupkan suasana malam yang sarat makna.
Kemegahan semakin terasa saat defile kafilah dari 12 kecamatan se-Kota Batam mulai berbaris memasuki area utama. Pawai kafilah ini tak hanya menampilkan keindahan busana dan kekompakan barisan, tetapi juga menjadi simbol kesiapan dan semangat masing-masing kecamatan untuk bersaing secara sehat dalam ajang bergengsi ini.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka MTQH ke-33. Didampingi oleh Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra serta Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, Amsakar menyampaikan pesan mendalam mengenai makna MTQH bagi masyarakat Batam.
“MTQH bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momen penting untuk terus menanamkan dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Ini adalah bentuk nyata dari kecintaan kita terhadap kalam Ilahi,” ujar Amsakar dalam sambutannya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas perkembangan pembinaan tilawah dan hafalan Al-Qur’an yang selama ini digalakkan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Hasilnya, kata Amsakar, dapat terlihat dari banyaknya qori dan qoriah asal Batam yang menjadi andalan Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional.
“Anak-anak kita mampu menghafal 114 surat, 6.236 ayat, dan 30 juz Al-Qur’an dengan baik. Ini adalah bukti bahwa Al-Qur’an merupakan wahyu yang terjaga sepanjang masa, selaras dengan akal manusia, dan senantiasa relevan sepanjang zaman,” tuturnya.
Amsakar juga menitipkan pesan khusus kepada para peserta agar bertanding dengan penuh sportivitas dan menunjukkan penampilan terbaik. Ia menekankan pentingnya objektivitas dalam penilaian dewan hakim agar kompetisi ini benar-benar melahirkan para juara yang berkualitas.
“Saya titipkan kepada dewan hakim untuk menilai secara adil dan profesional. Biarkan para juara tampil dari proses yang murni dan penuh kejujuran. Ini akan memperkuat integritas MTQH sebagai wadah pencarian bibit unggul,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Amsakar memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pembukaan MTQH kali ini. Ia menyebut acara tersebut sebagai perwujudan kolaborasi yang apik antara panitia, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga semangat religius di Kota Batam.
“Ini luar biasa. Saya bangga dan mengapresiasi kerja keras semua pihak. Semoga MTQH ke-33 ini menjadi ajang yang semakin memperkokoh nilai-nilai Islam serta mempererat ukhuwah antarsesama,” pungkasnya./Red.

