“Kalau benar ada gaya hidup mewah yang dilihat, sebutkan. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Masyarakat sekarang tidak bisa dibodohi dengan narasi yang menggiring opini tanpa dasar,” ucapnya tegas.
Awal Mula Riuh Tuduhan
Riuh tudingan ini bermula dari sebuah artikel yang dipublikasikan media Tanjungpinang.Pikiran-Rakyat.com, yang menyoroti penampilan Gubernur Ansar Ahmad dan mempertanyakan kecocokannya dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri.
Narasumber yang tidak disebutkan identitasnya menyampaikan bahwa gaya hidup sang gubernur mengundang tanya.
“Apakah peningkatan PAD Kepri sebanding dengan gaya hidup sang gubernur? Ini hal yang patut dicermati,” ujar narasumber dalam artikel tersebut.
Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Gubernur Ansar Ahmad maupun Pemerintah Provinsi Kepri.
Ajakan untuk Menjaga Akal Sehat
Di tengah riuhnya wacana, DPD Projo Kepri mengajak masyarakat untuk tetap jernih dan objektif. Menilai pemimpin bukan dari asumsi atau dugaan, melainkan dari kerja nyata dan pengabdian yang telah diberikan.
“Kami percaya masyarakat Kepri cukup cerdas untuk memilah mana opini, mana fakta. Jangan biarkan sentimen menenggelamkan kebenaran,” tutup Ibal Zulfianto dengan mantap./Red

