Menurutnya, harmoni sosial menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah. Oleh karena itu, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Lebih lanjut, Amsakar mengaitkan nilai-nilai Paskah dengan visi pembangunan Batam sebagai bandar dunia yang madani, inovatif, berkelanjutan, dan berbudaya, serta menjadi pusat investasi dan pariwisata terdepan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa konsep masyarakat madani tidak boleh dimaknai secara sempit. “Madani adalah kondisi ketika masyarakat mampu hidup harmonis dalam keberagaman, taat hukum, serta menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing. Di situlah harmoni dan keberagaman saling menguatkan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh ASN menjadikan Paskah sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, dan menjaga kebersamaan dalam membangun Batam.

“Keberagaman adalah kekuatan. Dengan kasih dan pengharapan, kita dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Batam,” tutupnya./Red.