Adapun 15 program prioritas tersebut, yakni Optimalisasi pengembangan dan pelayanan air bersih, Optimalisasi penanganan banjir, Pengobatan gratis masyarakat ber-KTP Batam dan BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, Pinjaman modal tanpa bunga maksimal Rp 20 juta untuk UMKM, Seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, Bantuan lansia, Peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif.
Selain itu, Beasiswa perguruan tinggi masyarakat hinterland dan siswa berprestasi tidak mampu, Penataan sistem transportasi publik terintegrasi (pengembangan BRT dan pembangunan LRT), Percepatan pembangunan jalan lingkar, Penyediaan pusat seni budaya panguyuban se-Kota Batam, Pengelolaan pasokan dan stok kebutuhan pokok, Pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, Pembangunan sekolah baru dan ruang kelas baru, terakhir, Peningkatan investasi dan destinasi MICE.
Dalam pelatihan ini, sebanyak 16 KWT dari Kecamatan Batamkota ikut serta, yang merupakan bagian dari 2.400 anggota KWT se-Kota Batam. Mereka dilatih untuk memanfaatkan lahan terbatas secara optimal melalui program P2L.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Mardanis, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat strategis dalam mendukung visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dalam menciptakan ketersediaan pangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pengelolaan pasokan dan stok pangan di Batam semakin baik dan masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung,” ujarnya.
Mardanis, melaporkan bahwa peserta pelatihan ini merupakan 16 KWT se-Kecamatan Batamkota. Peserta ini merupakan bagian dari 2.400 anggota KWT se-Kota Batam.
“Semoga, dengan kegiatan ini, kebutuhan pangan cukup, berkualitas, aman dan harga terjangkau,” katanya./Red.

