Secara tegas, Muhammad Rudi menyatakan dukungannya kepada Calon Walikota (Cawako) Amsakar Achmad dan calon Wakil Walikota (Cawawako) Batam Li Claudia Chandra pada Pemilihan Walikota (Pilwako) Batam pada bulan November 2024 mendatang.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Walikota Batam dua periode itu di hadapan pendukungnya di “deklarasi dukungan relawan dan masyarakat Kecamatan Bengkong”, pada Jum’at (02/08/) dan di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (04/08).
“Sekarang ini, kita kompak untuk usung namanya Hj. Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra untuk memimpin Kota Batam. Sepakat?,” ucap Rudi, di depan relawannya inia.
Hal itu seakan membuktikan “kelegowoannya”, pasca niatnya untuk “mewarisi” kursi Walikota Batam kepada istrinya, Hj. Marlin Agustina (HMA), yang merupakan Wakil Gubernur Kepri saat ini.
Rudi pun menjelaskan, niatannya untuk menjadikan HMA sebagai orang nomor satu di Batam, tidak dapat terlaksana, lantaran ketidaktersediaannya partai politik sebagai syarat untuk maju di Pilwako Batam.
“Ini perlu saya jelaskan, agar bapak/ibu tidak bertanya-tanya. Kemarin HMA kok sekarang Amsakar Achmad. Itu lah politik, itulah politik, itulah politik. Sebagai warga negara, kita mempunyai hak untuk dipilih dan memilih. Agar dapat maju sebagai kontestan di Pilwako Batam, perlu mendapatkan dukungan partai politik (Parpol) atau melalui jalur independen,” jelas dia.
Lanjut dia, hari ini, HMA tidak bisa ikut, karena persyaratan pencalonannya tidak lengkap. Ia menyebut bahwa itulah takdir Allah kepada HMA.
“Tidak usah kita ribut-ribut. Karena ini adalah takdir Allah kepada Hajah Marlin Agustina,” sambung dia.
Dalam kesempatan itu pula, Rudi menyebut, pembangunan Kota Batam yang saat ini tengah masif dilakukan, akan dapat diselesaikan oleh pasangan Cawako Amsakar Achmad dan Cawawako Li Claudia Chandra.
“Hari ini saya titipkan ke seluruh relawan Haji Muhammad Rudi, mari kita bersatu. Batam pembangunan belum selesai. Kita harap mudah-mudahan akan diselesaikan Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra,” ajak Rudi, yang juga merupakan ex officio kepala BP Batam ini.
Di berbagai kanal media sosial, para relawannya mulai mengajak untuk memilih kotak kosong pada 27 November mendatang, seperti dugaan terhadap Horjani Dewati Hutagalung, Aldi Braga, Sudirman Dianto.
Atas hal itu, Rudi mengingatkan pada deklarasi relawan di kecamatan Bengkong dan Lubuk Baja agar tidak lagi melakukan hal demikian.
“Saya titip kepada bapak/ibu semua, tidak usahlah kita mengajak orang untuk memilih kotak kosong. Ini belum waktunya kita berbicara kesana. Proses pendaftaran saja belum. Dan jangan pernah kita mengajak untuk memilih kotak kosong. Saya titip kepada bapak/ibu, biar proses berjalan dulu. Nanti tanggal 23 Agustus ada proses pendaftaran. Dari situ kita baru tahu,” sebut dia.
Kata Rudi, karena ini akan mengganggu peredaran seluruh pembicaraan di udara ini. Dan ini sudah disadap semuanya. Nanti kasihan bapak/ibu sekalian, akan jadi masalah lain.
“Saya sayang kepada bapak/ibu sekalian, maka sebagai pemimpin saya berdiri hari ini disini, saya hanya ingin mengajak kepada kita semua agar tidak terlibat lebih jauh,” pesan Rudi.
Siasat Rudi Agar Bisa Maju di Pilgub Kepri?
Berputarnya arah kemudi Muhammad Rudi yang menyatakan dukungannya kepada Amsakar dan Li Claudia disinyalir merupakan upaya agar dirinya mendapatkan dukungan pusat berupa surat rekomendasi untuk pengusungan sebagai syarat maju pada perhelatan Pemilihan Gubernur Kepri 2024.
Seperti tsunami, peta perpolitikan yang berubah di Kota Batam pada hari ini, membuat Rudi yang selama ini superior harus mengatur ulang strategi politiknya.
Isu super koalisi yang terjadi di kota Batam disebut-sebut akan terjadi pula pada Pilgub Kepri. Hal ini semakin dikuatkan pasca Partai Gerindra secara resmi memberikan rekomendasi pada Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura untuk maju pada Pilgub Kepri.
Atas hal itulah, Rudi melihat agar mendapatkan “restu” dari petinggi partai politik di Jakarta, adalah dengan memberikan dukungan kepada Amsakar dan Li Claudia.
Sumber menyebut, Rudi bahkan sampai “memohon” agar dapat dipertemukan oleh salah satu petinggi partai politik. Namun, hingga hari ini, niat Rudi untuk memperbaiki hubungannya dengan salah petinggi itu belum dapat terlaksana.
Selain itu, kata sumber ini, Rudi menyatakan komitmennya untuk tidak “merecoki” perhelatan Pilwako Batam 2024, dan sebagai pembuktian diri, Rudi akhirnya memutuskan untuk melakukan deklarasi dukungan kepada Amsakar dan Li Claudia dengan harapan ia mendapatkan tiket dari partai politik untuk bertarung di Pilgub Kepri./Red.

