Amsakar juga mengingatkan kepada jemaah untuk senantiasa memaknai setiap bacaan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam segala aspek kehidupan, baik dalam berkeluarga, bermasyarakat, maupun bernegara.
“Semoga dengan memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, kita dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat,” katanya.
“Semangat yang tumbuh pada malam ini diharapkan dapat membuat kita semua lebih mendalamkan pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Amsakar.
Acara puncak ini juga diisi dengan ceramah dari Ustaz Anugerah Cahyadi, yang lebih akrab disapa Ucay. Ucay membawakan ceramahnya dengan gaya khas yang memadukan kelucuan dan canda tawa, membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan, namun tetap sarat dengan makna yang mendalam.
Ucay dalam ceramahnya membahas berbagai hal yang terkandung dalam Al-Qur’an, termasuk ujian hidup yang harus dihadapi umat Muslim, sedekah, serta bagaimana Al-Qur’an menjadi petunjuk yang benar dalam menghadapi segala ujian tersebut.
Acara ini berjalan dengan lancar dan penuh hikmah, dihadiri pula oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat Batam yang turut menyemarakkan peringatan Malam Nuzulul Qur’an tersebut./Red.

