“Selamat kepada Pengurus PWI dan IKWI yang sudah dilantik tadi. Kami di Kepri, sangat nyaman bergaul dengan teman-teman media. Kami sangat hormat dengan teman-teman semua, terutama para senior di PWI,” ujarnya.
Sementara itu, usai dilantik, Ketua PWI Kota Batam Muhammad Kavi Ansari, menyatakan pengurus di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua PWI Batam akan melaju lebih kencang. Kavi percaya, dengan kekompakan teman-teman di pengurusannya, PWI akan menjadi salah satu organisasi yang berkelas.
“Kita bangga dengan kepengurusan ini. Ke depan akan ada kejutan-kejutan besar dari PWI Batam. Akan ada program kami untuk masyarakat dan pastinya menjunjung tinggi norma-norma jurnalistik,” tegasnya.
Suara Masyarakat Adat
Sementara itu, Ketua Saudagar Rumpun Melayu (SRM) Megat Rury Afriansyah, menyatakan harapannya terhadap kepengurusan PWI Kepri dan Batam yang baru saja dilantik.
“Saya berharap rekan-rekan wartawan dapat lebih peka terhadap suara rakyat dari masyarakat adat, khususnya masyarakat yang sering ter-marjinal-kan dalam proses pembangunan,” ujar Rury Afriansyah.
Rury memberi contoh, masyarakat Rempang yang cenderung menjadi korban dalam menghadapi konflik agraria dengan pemerintah terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Suara-suara masyarakat kecil di pesisir pantai, yang terancam akan kehilangan duniaya, kata Rury, sering menjadi korban kekerasan.
Wartawan sebagai profesi yang memiliki tujuan, penyebar informasi, mendidik, dan memberi hiburan, sebaiknya mengangkat jaritan hati masyarakat yang sering kali tidak memiliki daya untuk menyuarakan nuraninya.
“Teman-teman wartawan kebanyakan berdiam di perkotaan, sehingga terlihat kurang peka terhadap warga di hinterland. Meski (wartawan) sudah sering mengangkat kehidupan mereka (warga masyarakat adat di Rempang dan sekitarnya), namun masih perlu ditingkatkan,” pungkas Rury Afriansyah./Red.

