Tidak hanya terapi, rumah singgah ini juga menyediakan layanan antar jemput gratis, makanan sehat, dan suasana yang menyenangkan untuk anak-anak dan orang tua mereka. Titin menyebut, semua fasilitas ini diberikan tanpa memungut biaya sepeser pun.

“Kami ingin rumah ini jadi tempat yang nyaman. Semua kebutuhan mereka kami siapkan. Ini bentuk perhatian kami terhadap anak-anak istimewa di Batam,” ujar Titin lagi.

Program ini disambut dengan antusiasme yang tulus. Banyak orang tua merasa bahwa kehadiran rumah singgah ini seperti membuka pintu harapan yang selama ini terkunci. Salah satu di antaranya adalah Lia Anjelina, ibu dari Uwais.

“Saya sangat berterima kasih. Uwais selama ini jarang mendapat layanan seperti ini, apalagi gratis. Fisioterapisnya sabar dan ramah. Tempatnya juga nyaman,” ujar Lia dengan mata berkaca.

Baik Titin maupun Lia tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pietra Machreza Paloh, selaku penasihat rumah singgah dan YAIS Batam. Dukungan Pietra dinilai sangat menentukan arah dan keberlanjutan dari program kemanusiaan ini.

“Program ini adalah pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, masih ada orang-orang yang peduli, memberi bukan karena lebih, tapi karena cinta,” ucap Titin menutup wawancara./Red.