Di samping itu, kata Badrus, saat ini sudah ada beberapa universitas terbaik di Indonesia telah mengajukan rencana kunjungan ke kampus-kampus di Arab Saudi. “Salah satunya ke KSU, untuk membuka peluang kerja sama pendidikan, pengajaran, penelitian, publikasi dan pengabdian masyarakat,” tutur Atdikbud Badrus.
Salah satunya, Rektor Universitas Hasanuddin yang telah mengajukan rencana kunjungan pada April 2024 ke King Saud University, Ummul Qura University, dan King Abdulaziz university. Kunjungan ini Akan difokuskan pada kerja sama bidang hukum, sains, teknik, ekonomi dan bidang terkait lainnya.
Selain UNHAS, Rektor Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, IPB University, Universitas Sumatra Utara, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Sumatra Utara, UIN Mataram dan beberapa universitas lainnya juga mengirimkan permohonan kerja sama akademik ke beberapa universitas di Arab Saudi.
Di samping itu, lanjut Badrus, dosen-dosen di beberapa universitas di Indonesia telah melakukan penelitian bersama yang menghasilkan output publikasi artikel jurnal terindeks Scopus dan indeks Internasional lainnya. “Khususnya bidang sains, teknik, dan pertanian”, ucapnya.
Respon positif para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Arab Saudi cukup tinggi. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penerima beasiswa dari pemerintah Arab Saudi untuk mahasiswa Indonesia setiap tahunnya. Demikian juga, jumlah kunjungan pimpinan dan kerjasama peneliti perguruan tinggi kedua negara untuk kolaborasi berbagai bidang turut meningkat.
Sumber: Kemendikbud.com
(Red)

