Disebutkan sumber-sumber Iran itu bahwa China memperjelas pihaknya akan sangat kecewa dengan Iran jika ada kapal terkait Beijing yang terkena serangan, atau terdampak dengan cara apa pun.

Saat ditanya soal laporan pertemuan dengan Iran membahas serangan di Laut Merah, Kementerian Luar Negeri China memberikan jawaban diplomatis.

“China adalah sahabat sejati untuk negara-negara Timur Tengah dan berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas regional, serta mengupayakan pembangunan dan kemakmuran bersama,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

“Kami dengan teguh mendukung negara-negara Timur Tengah dalam memperkuat kemandirian strategis mereka dan bersatu serta berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah keamanan regional,” imbuh pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan komentarnya atas laporan tersebut.

Sementara itu, seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengatakan bahwa Washington telah meminta China menggunakan pengaruhnya terhadap Iran dalam membujuk negara itu mengendalikan Houthi. Namun seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa para pejabat China tidak pernah menyinggung soal permintaan apa pun dari AS saat membahas kekhawatiran soal serangan di Laut Merah dalam pertemuan dengan pejabat Iran.

Terlepas dari itu, empat sumber Iran yang dikutip Reuters juga mengatakan bahwa tidak jelas apakah Teheran akan mengambil tindakan usai berdiskusi dengan Beijing. Taruhannya terlalu besar bagi Iran karena China merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu menyediakan investasi miliaran dolar yang dibutuhkan Teheran untuk mempertahankan kapasitas sektor minyak dan menjaga perekonomiannya tetap bertahan.

Pengaruh China terlihat jelas tahun 2023 lalu ketika negara itu berhasil memfasilitasi kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi untuk mengakhiri permusuhan selama bertahun-tahun.

Sumber: detik.com

(Red)