Ia mencontohkan, beban tanah yang sebelumnya hanya sekitar 10 ton, bisa meningkat hingga 15 ton akibat jenuh air karena hujan, yang tentunya memberi tekanan berlebih pada lapisan bawah.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemerintah Kota Batam memutuskan untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas cut and fill di lokasi tersebut. Fokus utama saat ini adalah pada upaya pembenahan dan perataan tanah di bagian bawah.

“Saya sudah minta manajemen hotel untuk melakukan perbaikan. Kalau ada pekerjaan di bawah, itu bukan lagi cut and fill, tapi pekerjaan untuk memperkuat dan menstabilkan struktur tanah,” katanya.

Pemko Batam dan BP Batam juga telah menurunkan tim teknis untuk memantau titik-titik tekanan tanah yang berpotensi menyebabkan pergeseran. Selain itu, Wali Kota menginformasikan bahwa telah berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan pihak kementerian akan mengirimkan tim kajian teknis minggu depan.

“InsyaAllah minggu depan dari Kementerian PU akan datang langsung untuk melakukan kajian menyeluruh atas kondisi di lapangan. Ini penting agar kita bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum aktivitas ini menimbulkan dampak lebih besar,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Batam berharap agar keselamatan warga tetap terjaga, serta setiap pembangunan di wilayah tersebut tetap memperhatikan aspek teknis dan keselamatan lingkungan./Red.