Pembicaraan di tataran media menyangkut masalah hotel Purajaya makin ramai diperbincangkan juga banyak mendapat tanggapan dari para tokoh, salah satu beliau adalah Dato’ Zakamarullah atau Dato’ Joy.
Beliau adalah Ketua Harian Saudagar Rumpun Melayu (SRM) Kepri. Dato’ Joy memberikan pandangannya mewakili Ketua Umum SRM Dato’ Sri Lela Budaya atau yang lebih kita kenal dengan Dato’ Rida K Liamsi.
Menanggapi pernyataan Basyarudin Idris alias Tok Oom di beberapa media, ada dua hal yang membuat beliau kecewa dengan pernyataan tersebut, pertama karena apa yang disampaikan Basyarudin Idris lebih kepada fitnah daripada kebenarannya.
“Pertama, seorang pengusaha yang notabene adalah orang melayu menuntut keadilan tapi beliau menuduh ini perebutan bisnis. Ini menjelaskan bahwa beliau tidak tahu atau bahkan tidak faham dengan masalah yang beliau sampaikan. Andaipun tahu patut diduga beliau sengaja untuk memutar balikkan fakta,” kata Dato’ Joy kepada media, Sabtu (29/03).
Berikutnya kata Dato’ Joy, hotel yang sudah 30 tahun beroperasi dan telah berkontribusi untuk Kota Batam serta hotel yang telah membentuk histori bagi Kota Batam dan Provinsi Kep. Riau, namun kenapa dia (Basyarudin Idris) katakan 30 tahun tidak bayar UWTO (Uang Wajib Tahunan Otorita)?.
“Ini fitnah yang luar biasa dengan sengaja berkomentar yang di luar nalar akal sehat kita. Semoga Dato’ Megat Rury Afriansyah mendapatkan kembali hak dan keadilan yang telah dirampas dari beliau selaku pengemban amanah ketua Saudagar Rumpun Melayu Batam,” tutupnya./Red.

