Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen. Batam juga masuk dalam enam kota di Indonesia dengan capaian penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
“Capaian ini dapat diukur secara objektif. Ketika ekonomi tumbuh, IPM meningkat, dan kemiskinan menurun, maka kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat juga ikut membaik,” jelasnya.
Di sektor pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan dari 1,3 juta pada 2024 menjadi 1,6 juta pada 2025.
Namun demikian, Amsakar menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang menjadi perhatian utama pemerintah, yakni pelayanan air bersih, pengelolaan sampah, dan penanganan banjir.
Ia juga menekankan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, DPRD, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.
Menutup sambutannya, Amsakar mengajak seluruh warga menjaga kondusivitas daerah di tengah dinamika global, termasuk dampak krisis di Timur Tengah terhadap perekonomian.
“Hentikan narasi yang saling melemahkan. Mari bersinergi, dukung pembangunan, dan jaga kebersihan kota demi citra Batam yang lebih baik,” pungkasnya. /Red.

