Beberapa program tersebut antara lain pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, bantuan SPP untuk siswa kurang mampu di sekolah swasta sebesar Rp300 ribu untuk tingkat SD dan Rp400 ribu untuk SMP, serta layanan pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam. Pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk 2.000 lansia dan menyediakan pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi pelaku UMKM.
Tak hanya itu, Pemko Batam turut mengikutsertakan 13.500 pekerja rentan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, serta memberikan beasiswa warga Batam yang lolos seleksi nasional (SNBP). Dalam upaya menjaga kebersihan kota, pemerintah juga menambah satu unit buldoser, 14 armroll, dan 40 binkontainer untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.
Ia optimistis arah pembangunan Batam saat ini semakin positif. Hal ini dibuktikan dengan tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap Batam.
“Batam kini menjadi fokus nasional. Banyak pejabat pusat, termasuk menteri, datang ke kota ini. Itu tanda bahwa Batam dipandang strategis, dan insyaAllah menjadi sinyal baik untuk percepatan pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD Kota Batam yang juga tokoh masyarakat Sungai Beduk, Anwar Anas, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas perbaikan sejumlah ruas jalan berlubang di wilayahnya.
“Alhamdulillah, beberapa titik jalan sudah diperbaiki. Kami berharap ke depan pengaspalan bisa dituntaskan secara menyeluruh,” kata Anas.
Ia juga mengusulkan agar jalan penghubung dari arah Bagan menuju Punggur segera dibuka, karena akan membuka akses ekonomi dan meningkatkan aktivitas warga.
“Jika jalan itu dibuka, tentu mobilitas warga akan meningkat dan ekonomi masyarakat Sungai Beduk semakin berkembang,” ujarnya./Red.

