Selain soal kesehatan, Amsakar juga menyampaikan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebutkan telah membentuk tim Task Force khusus untuk melakukan pemetaan dan penanganan banjir di Batam, yang selama ini menjadi masalah serius warga. Tim ini melibatkan unsur teknis dari dua entitas pemerintahan, yakni Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam.
Di bidang layanan dasar, Amsakar mengatakan bahwa akses air bersih masih menjadi perhatian utama. Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, Pemerintah Kota Batam juga telah memberikan insentif bantuan sosial kepada lansia, serta menyiapkan program seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP.
Guna mendukung pelaku usaha di Kota Batam, Wali Kota juga memperkenalkan program pinjaman hingga Rp20 juta tanpa suku bunga bagi pelaku usaha mikro, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat.
Selain itu, subsidi pendidikan untuk siswa masuk sekolah swasta juga disalurkan, yakni sebesar Rp300.000 untuk siswa SD dan Rp400.000 untuk siswa SMP, guna meringankan beban orang tua.
Di bidang pendidikan, Amsakar juga menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas. Pemerintah memberikan beasiswa bagi anak-anak berprestasi, tidak mampu, dan dari wilayah hinterland, agar mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Batam yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Semua anak berhak bermimpi dan berprestasi,” tegasnya./Red.

