Ia juga menekankan pentingnya membangun kekuatan internal dengan memberdayakan kader secara substansial dan memimpin dengan nurani.

Ferizal mengajak seluruh kader untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang mencerahkan, keindonesiaan yang membumi, dan intelektualitas yang membebaskan sebagai fondasi utama dalam menjawab tantangan zaman.

“Mari kita perkuat solidaritas kader, ekonomi organisasi, dan tradisi keilmuan agar HMI tidak hanya bertahan, tapi memimpin,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ferizal mengajak seluruh kader, senior, dan sahabat HMI untuk memberikan doa, dukungan, kritik, serta masukan terhadap langkah yang diambilnya. Ia menegaskan bahwa perjuangan di HMI adalah perjuangan nilai—bukan sekadar perebutan jabatan atau posisi.

“Perjuangan di HMI adalah perjuangan nilai. Saya bukan tentang jabatan atau posisi, melainkan tentang bagaimana seorang kader terus menerus mengasah diri untuk menjadi insan yang berilmu, beriman, dan berkomitmen pada cita-cita keislaman dan keindonesiaan,” tandasnya./Red.