Yakub berpesan agar IMO di Banten juga senantiasa menarasikan dunia usaha lintas sektor utamanya manufaktur, agar selalu mendapat atensi dari media kaitannya dengan kendala-kendala yang dihadapi.

“Berikutnya yang tak kalah penting ialah diseminasi informasi seputar dunia usaha. Ini yang kita dorong agar selalu ada narasi tentang itu,” ucapnya.

Kepada pengurus IMO di Banten, Yakub meminta agar segera dilakukan perluasan organisasi melalui pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di tingkat kabupaten dan kota.

“Semoga, tidak lama lagi ketua IMO Banten dapat segera melakukan pengukuhan DPC se-Banten secara kolektif dengan terlebih dahulu menyampaikan laporan perkembangannya kepada Dewan Penasehat dan para Dewan Pembina,” tandasnya.

Yakub juga memberikan apresiasi kepada Gubernur yang telah berkenan menjadi bagian dari IMO-Indonesia di Provinsi Banten.

“Tentunya kepercayaan dari pak Andra Soni harus bisa dijaga oleh rekan-rekan pengurus dan kita semua, ini merupakan amanah,” imbunnya.

Menurutnya, kehadiran Gubernur Banten Andra Soni sebagai Dewan Penasehat akan lebih memperkuat kapasitas IMO-Indonesia di Banten dalam melakukan fungsinya.

Adapun terbentuknya kepengurusan baru ini adalah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor :02/DPP IMO-Indonesia/A.II/III/2025 yang diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat di penghujung Ramadhan 1446H.

Semoga hal ini dapat menjadi kado istimewa untuk ketua DPW dan segenap pengurus IMO-Indonesia di Banten dalam merayakan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri 2025.