Tidak berhenti di sana, Partai Demokrat memahami setiap konsekuensi hukum dan moral dari tindakan penyebaran tuduhan palsu.
Dengan demikian, mengangkat isu ijazah palsu tanpa bukti kuat adalah boomerang bagi Demokrat yang sudah pasti tidak akan dilakukan.
Sebagai partai politik yang berpengalaman dan matang, Demokrat tentu tidak akan mempertaruhkan reputasi dan masa depan politiknya dengan cara-cara menggembosi muruah dan martabat partai sendiri.
Ketidaklogisan Strategis
Selain masalah etika, tudingan bahwa Demokrat adalah dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi juga terkesan tidak masuk akal secara strategi politik.
Mari kita urai alasannya. Partai Demokrat kini tengah fokus membangun image sebagai partai tengah yang produktif, rasional dan konstruktif.
Hal itu dimaksudkan untuk menjembatani berbagai kepentingan politik nasional yang saling kontraproduktif dan segmentatif.
Dalam konstelasi politik menjelang Pemilu, Demokrat juga terus berjuang keras guna memperkuat posisi politiknya melalui koalisi dan kerja sama politik yang sehat.
Dengan begitu, ketika mengangkat isu sensitif dan spekulatif seperti ijazah palsu, apalagi hal itu menyinggung seorang mantan presiden yang sampai sekarang diketahui masih punya pengaruh besar, tentu akan memberikan dampak buruk yang sangat merugikan partai.
Siapapun tahu bahwa isu ijazah palsu ini memiliki potensi dan risiko politik yang cukup besar andai itu dilakukan partai tertentu tanpa pertimbangan matang.
Jika Demokrat terbukti atau bahkan hanya dianggap sebagai penyebar isu, publik akan memandang Demokrat sebagai aktor politik yang tidak etis.
Hal ini akan merusak kredibilitas dan kepercayaan konstituen yang selama ini memberikan dukungan besar terhadap Demokrat.
Di samping itu, mengangkat isu yang menyerang legitimasi seorang mantan presiden berpotensi mendegradasi muruah Demokrat dalam percaturan politik nasional.
Apalagi sampai sekarang Jokowi masih memiliki pengaruh yang cukup besar, baik di level alite maupun elevel grass root.
Akhirnya, menuding Partai Demokrat sebagai pihak yang berada di balik isu ijazah palsu Jokowi adalah tudingan yang perlu dasar yang kuat.
Dalam demokrasi yang sehat, kritik dan perbedaan politik adalah hal yang wajar, tetapi semua harus dilandaskan dengan etika dan bukti.
Menuduh Demokrat sebagai pihak yang mendalangi isu ijazah Palsu Jokowi tidak hanya memberikan dampak negatif terhadap reputasi partai, tapi juga mematikan langkah Demokrat untuk naik ke posisi yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menolak politisasi isu recehan semacam ini sebelum semua didasarkan pada bukti dan alasan yang logis.
Penulis : Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail.
Editor : Red.

