“Dulu ada hutan, sekarang sudah rata. Jadi air langsung mengalir tanpa penghambat. Ini jadi tantangan berat, apalagi anggaran daerah kita terbatas,” ucapnya.
Pemerintah Kota Batam saat ini sedang berupaya menggandeng Kementerian PUPR untuk membantu pembangunan infrastruktur penanganan banjir berskala besar.
Di sisi lain, Amsakar mengajak masyarakat turut aktif menjaga lingkungan. Menurutnya, kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan memperparah genangan.
“Pemerintah bekerja, tapi masyarakat juga harus terlibat. Jangan saling menyalahkan, ini warisan dari pembangunan masa lalu. Sekarang saatnya kita perbaiki bersama,” tuturnya.
Ia menekankan, banjir tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah musiman. Perlu langkah serius lintas sektor agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Hujan deras dalam waktu tiga jam saja sudah cukup membuat banyak kawasan tergenang. Berarti ini tanda serius. Kita tidak bisa lagi main-main soal tata kota dan lingkungan,” tutupnya./Red.

