Masyarakat Madura Asli (Ormas Madas) Nusantara ingatkan Presiden Prabowo Subianto, jika ada grand design mau dilengserkan oleh oligarki koruptor. Mereka ingin menguasai Indonesia didukung kekuatan asing.

Peringatan itu disampaikan aktivis penggiat anti korupsi sekaligus Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, Kanjeng Raden Haryo (KRH), HM.Jusuf Rizal, SH, pada Minggu (31/08). Hal ini dilakukan guna menjawab pertanyaan media di Jakarta terkait kerusuhan dibeberapa kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, dan lainnya

Menurut pria berdarah Madura-Batak, Relawan Prabowo itu, saat ini ada gerakan operasi senyap yang menggunakan tiga strategi yaitu strategi Moa Tse Tung (Desa Mengepung Kota), Strategi Perang Sun Tzu (The Art of War/Menusuk ke Jantung Pertahanan Lawan) dan Strategi Aflin Tovler (Penguasaan Media/Informasi/Buzzer) guna menghantam pemerintahan Prabowo.

Pertama menurut analisa wartawan senior itu, dibuat kerusuhan diberbagai daerah. Diprovokasi dan dimodalin kelompok strategis termasuk oligarki koruptor yang bisnis maupun eksistensinya dengan gerakan Prabowo perang terhadap koruptor terganggu.

Kedua, orang-orang sengkuni dan penjilat dilingkaran kekuasaan Prabowo, bermain dua kaki. Mereka diam-diam berkontribusi mau menumbangkan Prabowo dari dalam, karena banyak Menteri, Pejabat BUMN dan institusi Kejaksaan, Kepolisian dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak clear. Masih warisan lama

Ketiga, kelompok kepentingan memanfaatkan buzzer, media sosial maupun media mainstream untuk mengekpose berbagai kelemahan Penerintahan Prabowo. Logistik tersedia tanpa batas, karena ini dirangkai dengan agenda besar 2029. Pokoknya bagaimana masyarakat benci kepada Prabowo dan dianggap tidak mampu mengamankan negara.

“Jadi menurut saya, peristiwa kerusuhan sudah di grand design kelompok strategis dan didukung pihak luar. Pemerintahan Prabowo mau dikunci agar mau jadi Boneka, seperti pemerintahan sebelumnya,” tegas Jusuf Rizal.